Perspektif Korban Banjir Tentang Takdir Bencana dan Maut Sesuai Dengan Quran Surah An Nisa Ayat 78 – 79
(Studi Kasus di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Al Ulumiyah Tadzkirul Amin)
DOI:
https://doi.org/10.53866/jimi.v1i2.7Keywords:
Perspektif, Bencana, TakdirAbstract
Takdir merupakan sebuah jalan hidup pada setiap makhluk yang Allah berikan nyawa kepadanya. Apapun yang terjadi dimasa kehidupannya sudah menjadi tabir kehidupan yang memang seperti itu jalan yang diberikan oleh Allah sang penulis skenario di alam semesta. Begitupun sebuah bencana dan maut, merupakan bagian dari takdir yang sudah Allah rencanakan jauh sebelum alam semesta diciptakan. Berbagai perspektif dan pandangan dari berbagai macam narasumber yang peneliti kali ini lakukan, guna mengetahui pandangan dan paradigma mereka terhadap takdir bencana dan maut terkhusus bencana banjir yang dikaji juga melalui Al Qur’an Surat An Nisa ayat 78 dan 79. Pada Tujuan penelitian kali ini peneliti mengidentifikasi serta menganalisis perspektif korban banjir tentang takdir bencana dan maut sesuai dengan Q.S. An Nisa ayat 78 dan 79. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dalam karakterisitik studi literatur, wawancara, dan data-data di media massa, seperti beberapa artikel, wawancara beberapa narasumber dan jurnal lainnya. Peneliti mencari rujukan di berbagai macam media massa guna memperjelas informasi dalam penelitian kali ini. Mengingat bahwa jenis penelitian ini merupakan studi literatur dan data-data di media massa, sangat mementingkan informasi dan kejelasan dari media massa dalam pengembangan dan pengidentifikasian kasus tersebut. Berbagai macam bencana di tahun-tahun ini sering kali hadir ditengah-tengah kita, hal inilah yang menjadikan suatu ketertarikan untuk peneliti dapat mengetahui sudut pandang berbagai narasumber dalam menyikapi bencana disekitar mereka. Terkhusus, kepada mereka seorang muslim. Sikap seperti apa dan hal apa yang akan dilakukannya ketika bencana dan maut datang kepadanya serta menilik dari segi takdir bencana dan maut sesuai dengan Q.S. An Nisa ayat 78 dan 79. Sehingga hasil dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa setiap muslim harus mengimani secara kaffah atau menyeluruh tentang takdir yang sudah ada dalam diri mereka masing-masing dan dapat menjadikan suatu musibah dan bencana ibrah, pelajaran, dan hikmah dimasa depan nanti.
References
Al Qur’an Al karim
A. Warson Munawwir, (1997). Arab-Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progresif.
Hadi, Nurfitri, pada artikel “Apa yang Kau Sangka Buruk Bisa Jadi Baik Untukmu” https://khotbahjumat.com/4848-apa-yang-kau-sangka-buruk-bisa-jadi-baik-untukmu.html diakses pada 13 Juni 2021 pukul 23:39 WIB
Hakim, A. (2013). Makna Bencana Menurut Al-Qur’an: Kajian Fenomena Terhadap Bencana di Indonesia. Hermeunetik, 7(2), 279-295.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. (2000). Qadha dan Qadr. Jakarta: Pustaka Azzam.
Ichwan, M. N, “Agama dan bencana: Penafsiran dan respons agamawan serta masyarakat beragama”, paper dalam format powerpoint, dipresentasikan dalam Workshop Metodologi Penelitian Interpretasi dan Respons atas Bencana Alam: Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya, CRCS – UGM, 19 – 24 Januari 2009
Dani Muhtada. (2009). Studi atas Respons Komunitas Keagamaan di Porong terhadap Bencana Lumpur Sidoarjo: Melacak Akar Teologis. Diajukan untuk mendapatkan hibah bersaing penelitian Interpretasi dan Respons atas Bencana Alam Kajian Integrasi Ilmu, Agama, dan Budaya, Center for Religious and Cross-Cultural Studies Universitas Gadjah Mada.
Kompas.com, pada artikel “Berdamai dengan Masa Lalu, ini 5 cara melepaskan semua penyesalan” https://www.kompas.com/parapuan/read/532647719/berdamai-dengan-masa-lalu-ini-5-cara-lepaskan-semua-penyesalan diakses pada 13 Juni 2021 pukul 23:29 WIB.
Modul terminologi management bencana, “TOT CBDRM HIVOS” (Aceh Program) Juli 2007, hlm. 1, Tidak dipublikasikan.
Miskahudin. (2019). Kematian Dalam Perspektif Psikologi Qur’ani. Al-Mu’asiroh, Vol.16 No 1.
Muhadi, Zaiunuddin. (2013) Teologi Bencana dalam al-Qur’an (Yogyakarta: Fakultas IAI Universitas Islam Indonesia) Vol. XXXV No. 78.
Muhammad Al-Razi Fakhru Al-Din al-‘Allamah Diyau Al-Din, “Tafsir Al-Fakhri Al-Razi Al-Musytahar Bi Al-Tafsir Al-Kabir Wa Mafatih Al-ghaib” (Beirut: Dar al-Fikr) hlm. 194-195.
Prasetyaningtyas, Kukuh, pada artikel “Prakiraan Daerah Potensi Banjir Bulan Mei-Juli 2021” https://www.bmkg.go.id/berita/?p=prakiraan-daerah-potensi-banjir-bulan-mei-juli-2021-2&lang=ID&s=detil diakse s pada 13 Juni 2021 pukul 20:34 WIB.
Syarif Hidayatullah, Moch. (2009). Tinjauan Islam Soal Bencana Alam. Jakarta: Jurnal Studi Al-Qur’an.
Tafsirweb, Pada artikel “Quran Surat An-Nisa Ayat 78” https://tafsirweb.com/1610-quran-surat-an-nisa-ayat-78.html diakses pada 19 Juni 2021 Pukul 23:42 WIB
Wawancara dengan Ustadz Bahrul Ulum, selaku pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Al Ulumiyah Kampung Blendung Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi pada hari Selasa, 6 Juli 2021 pukul 16:09 WIB
Wawancara dengan Ummi Kultsum, selaku ketua santri di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Al Ulumiyah kampung Blendung kecamatan Babelan kabupaten Bekasi pada hari Selasa, 6 Juli 2021 pukul 17:15 WIB
Wawancara dengan Fikri Ridho, selaku santri baru di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Al Ulumiyah kampung Blendung kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi pada hari Selasa, 6 Juli 2021 pukul 17:20 WIB
Yasmin, Putu, pada artikel “Kematian dan Manfaatnya” https://berita/d-5337535/hadits-tentang-kematian-dan-manfaatnya-jika-banyak-mengingatnya diakses pada tanggal 13 Juni 2021 pukul 17:04 WIB
Yayasan Iqra’ Bekasi, pada artikel “Bila ditimpa musibah, manusia terbagi menjadi empat tingkatan dalam menghadapi musibah” https://iqro.or.id/bila-ditimpa-musibah-manusia-terbagi-menjadi-empat-tingkatan-dalam-menghadapi-musibah/ diakses pada 11 Juni 2021 pukul 14:12 WIB
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 M Bintang Fadhlurrahman, Alfidha Eka Febriani, Siti Mirzanah Nur Sulistiani, Waliko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















